<?xml version="1.0" encoding="windows-1251"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
	<channel>
		<atom:link href="https://kota.sayalagi.com/export.php?type=rss" rel="self" type="application/rss+xml" />
		<title>Kota Indonesia - Komunitas Forum Berita</title>
		<link>https://kota.sayalagi.com/</link>
		<description>Kota Indonesia - Komunitas Forum Berita</description>
		<language>ru-ru</language>
		<lastBuildDate>Tue, 30 Mar 2021 10:22:33 +0300</lastBuildDate>
		<generator>MyBB/mybb.ru</generator>
		<item>
			<title>Pulau Kalimantan, Sejarah Kalimantan, Pulau Borneo</title>
			<link>https://kota.sayalagi.com/viewtopic.php?pid=5#p5</link>
			<description>&lt;table style=&quot;table-layout:fixed;width:100%&quot;&gt;&lt;tr valign=&quot;top&quot;&gt;&lt;td colspan=&quot;3&quot; style=&quot;background-color:#F5E4E4&quot;&gt;&lt;p&gt;Pulau Kalimantan dibagi menjadi wilayah Indonesia (73%), Malaysia (26%), dan Brunei (1%). Pulau Kalimantan terkenal dengan julukan &amp;quot;Pulau Seribu Sungai&amp;quot; karena banyaknya sungai yang mengalir di pulau ini.&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;background-color:#cec9ba&quot;&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;display: block; text-align: center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 20px&quot;&gt;&lt;strong&gt;KATEGORI&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;display: block; text-align: left&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic&quot;&gt;Inprastruktur&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style=&quot;list-style: disc&quot;&gt;&lt;li&gt;&lt;p&gt;&lt;a href=&quot;https://kota.sayalagi.com/search.php?action=search&amp;amp;keywords=Peta&amp;amp;author=&amp;amp;forum=&amp;amp;search_in=0&amp;amp;sort_by=0&amp;amp;sort_dir=DESC&amp;amp;show_as=posts&amp;amp;search=Publikasikan&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;abbr title=&quot;Cari #Peta&quot;&gt; #Peta&lt;/abbr&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style=&quot;list-style: disc&quot;&gt;&lt;li&gt;&lt;p&gt;&lt;a href=&quot;https://kota.sayalagi.com/search.php?action=search&amp;amp;keywords=Pulau&amp;amp;author=&amp;amp;forum=&amp;amp;search_in=0&amp;amp;sort_by=0&amp;amp;sort_dir=DESC&amp;amp;show_as=posts&amp;amp;search=Publikasikan&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;abbr title=&quot;Cari #Pulau&quot;&gt;#Pulau&lt;/abbr&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/td&gt;&lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;background-color:yellow&quot;&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;display: block; text-align: center&quot;&gt;&lt;img class=&quot;postimg&quot; loading=&quot;lazy&quot; src=&quot;https://upforme.ru/uploads/001b/08/74/2/407881.png&quot; alt=&quot;https://upforme.ru/uploads/001b/08/74/2/407881.png&quot; /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Photo MAP Kalimantan:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Nama Lain:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kalamantan, Cal&amp;#233;mantan, Kal&amp;#233;mantan, Kelamantan, Kilamantan, Klamantan, Kl&amp;#233;mantan, K&#039;lemantan, Quallamontan, atau juga disebut Borneo&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
						&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;display: block; text-align: center&quot;&gt;&lt;strong&gt;Luas Pulau:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;743.330 km&amp;#178;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
						&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;display: block; text-align: center&quot;&gt;&lt;strong&gt;Letak Pulau:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;di sebelah utara pulau Jawa, sebelah timur Selat Melaka, &lt;br /&gt;sebelah barat pulau Sulawesi dan sebelah selatan Filipina. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
						&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;display: block; text-align: center&quot;&gt;&lt;strong&gt;Dikelilingi oleh:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Laut Tiongkok Selatan di bagian barat dan utara-barat, &lt;br /&gt;Laut Sulu di utara-timur, &lt;br /&gt;Laut Sulawesi dan Selat Makassar di timur &lt;br /&gt;Laut Jawa dan Selat Karimata di bagian selatan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/table&gt;&lt;table style=&quot;table-layout:fixed;width:100%&quot;&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;background-color:#C80A3D&quot;&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;display: block; text-align: center&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 20px&quot;&gt;BERITA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/table&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Sejarah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Asal usul nama Kalimantan tidak begitu jelas. Sebutan kelamantan digunakan di Sarawak untuk menyebut kelompok penduduk yang mengonsumsi sagu di wilayah utara pulau ini. Menurut Crowfurd, kata Kalimantan adalah nama sejenis mangga (Mangifera) sehingga pulau Kalimantan adalah pulau mangga, namun dia menambahkan bahwa kata itu berbau dongeng dan tidak populer. Mangga lokal yang disebut klemantan ini sampai sekarang banyak terdapat di perdesaan di daerah Ketapang dan sekitarnya, Kalimantan Barat.&lt;/p&gt;
						&lt;p&gt;Menurut C. Hose dan Mac Dougall, &amp;quot;Kalimantan&amp;quot; berasal dari nama-nama enam golongan suku-suku setempat yakni Iban (Dayak Laut), Kayan, Kenyah, Klemantan (Dayak Darat), Murut, dan Punan. Dalam karangannya, Natural Man, a Record from Borneo (1926), Hose menjelaskan bahwa Klemantan adalah nama baru yang digunakan oleh bangsa Melayu. Namun menurut Slamet Muljana, kata Kalimantan bukan kata Melayu asli tapi kata pinzaman sebagai halnya kata Malaya, melayu yang berasal dari India (malaya yang berarti gunung).&lt;/p&gt;
						&lt;p&gt;Pendapat yang lain menyebutkan bahwa Kalimantan atau Klemantan berasal dari bahasa Sanskerta, Kalamanthana yaitu pulau yang udaranya sangat panas atau membakar (kal[a]: musim, waktu dan manthan[a]: membakar). Karena vokal a pada kala dan manthana menurut kebiasaan tidak diucapkan, maka Kalamanthana diucap Kalmantan yang kemudian disebut penduduk asli Klemantan atau Quallamontan yang akhirnya diturunkan menjadi Kalimantan. Terdapat tiga kerajaan besar (induk) di pulau ini yaitu Borneo (Brunei/Barune), Succadana (Tanjungpura/Bakulapura), dan Banjarmasinn (Nusa Kencana). Penduduk kawasan timur pulau ini menyebutnya Pulu K&#039;lemantan, orang Italia mengenalnya Calemantan dan orang Ukraina: Êàë³ìàíòàí.&lt;/p&gt;
						&lt;p&gt;Jika ditilik dari bahasa Jawa, nama Kalimantan dapat berarti &amp;quot;Sungai Intan&amp;quot;.&lt;/p&gt;
						&lt;p&gt;Sepanjang sejarahnya, Kalimantan juga dikenal dengan nama-nama yang lain. Kerajaan Singasari, misalnya, menyebutnya &amp;quot;Bakulapura&amp;quot; yaitu jajahannya yang berada di barat daya Kalimantan. Bakula dalam bahasa Sanskerta artinya pohon tanjung (Mimusops elengi) sehingga Bakulapura mendapat nama Melayu menjadi &amp;quot;Tanjungpura&amp;quot; artinya negeri/pulau pohon tanjung yaitu nama kerajaan Tanjungpura yang sering dipakai sebagai nama pulaunya. Sementara Kerajaan Majapahit di dalam Kakawin Nagarakretagama yang ditulis tahun 1365 menyebutnya &amp;quot;Tanjungnagara&amp;quot; yang juga mencakup pula Filipina seperti Saludung (Manila) dan Kepulauan Sulu.&lt;/p&gt;
						&lt;p&gt;Hikayat Banjar, sebuah kronik kuno dari Kalimantan Selatan yang bab terakhirnya ditulis pada tahun 1663, tetapi naskah Hikayat Banjar ini sendiri berasal dari naskah dengan teks bahasa Melayu yang lebih kuno pada masa kerajaan Hindu, di dalamnya menyebut Pulau Kalimantan dengan nama Melayu yaitu pulau &amp;quot;Hujung Tanah&amp;quot;. Sebutan Hujung Tanah ini muncul berdasarkan bentuk geomorfologi wilayah Kalimantan Selatan pada zaman dahulu kala yang berbentuk sebuah semenanjung yang terbentuk dari deretan Pegunungan Meratus dengan daratan yang berujung di Tanjung Selatan yang menjorok ke Laut Jawa. Keadaan ini identik dengan bentuk bagian ujung dari Semenanjung Malaka yaitu Negeri Johor yang sering disebut &amp;quot;Ujung Tanah&amp;quot; dalam naskah-naskah Kuno Melayu. Semenanjung Hujung Tanah inilah yang bersetentangan dengan wilayah Majapahit di Jawa Timur sehingga kemudian mendapat nama Tanjungnagara artinya pulau yang berbentuk tanjung/semenanjung.&lt;/p&gt;
						&lt;p&gt;Sebutan &amp;quot;Nusa Kencana&amp;quot; adalah sebutan pulau Kalimantan dalam naskah-naskah Jawa Kuno seperti dalam Ramalan Prabu Jayabaya dari masa kerajaan Kadiri (Panjalu), tentang akan dikuasainya Tanah Jawa oleh bangsa Jepang yang datang dari arah Nusa Kencana (Bumi Kencana).Memang terbukti sebelum menyeberang ke Jawa, tentara Jepang terlebih dahulu menguasai ibu kota Kalimantan saat itu yaitu Banjarmasin. Nusa Kencana sering pula digambarkan sebagai Tanah Sabrang yaitu sebagai perwujudan Negeri Alengka yang primitif tempat tinggal para raksasa di seberang Tanah Jawa. Di Tanah Sabrang inilah terdapat Tanah Dayak yang disebutkan dalam Serat Maha Parwa.&lt;/p&gt;
						&lt;p&gt;Sebutan-sebutan yang lain antara lain: &amp;quot;Pulau Banjar&amp;quot;, Raden Paku (kelak dikenal sebagai Sunan Giri) diriwayatkan pernah menyebarkan Islam ke Pulau Banjar, demikian pula sebutan oleh orang Gowa, Selaparang (Lombok), Sumbawa dan Bima karena kerajaan-kerajaan ini memiliki hubungan bilateral dengan Kesultanan Banjar; &amp;quot;Jawa Besar&amp;quot; sebutan dari Marco Polo penjelajah dari Italia atau dalam bahasa Arab; dan &amp;quot;Jaba Daje&amp;quot; artinya &amp;quot;Jawa di Utara (dari pulau Madura) sebutan suku Madura terhadap pulau Kalimantan baru pada abad ke-20.&lt;/p&gt;
						&lt;p&gt;Sebutan &amp;quot;Nusa Kencana&amp;quot; adalah sebutan pulau Kalimantan dalam naskah-naskah Jawa Kuno seperti dalam Ramalan Prabu Jayabaya dari masa kerajaan Kadiri (Panjalu), tentang akan dikuasainya Tanah Jawa oleh bangsa Jepang yang datang dari arah Nusa Kencana (Bumi Kencana).Memang terbukti sebelum menyeberang ke Jawa, tentara Jepang terlebih dahulu menguasai ibu kota Kalimantan saat itu yaitu Banjarmasin. Nusa Kencana sering pula digambarkan sebagai Tanah Sabrang yaitu sebagai perwujudan Negeri Alengka yang primitif tempat tinggal para raksasa di seberang Tanah Jawa. Di Tanah Sabrang inilah terdapat Tanah Dayak yang disebutkan dalam Serat Maha Parwa.&lt;/p&gt;
						&lt;p&gt;Sebutan-sebutan yang lain antara lain: &amp;quot;Pulau Banjar&amp;quot;, Raden Paku (kelak dikenal sebagai Sunan Giri) diriwayatkan pernah menyebarkan Islam ke Pulau Banjar, demikian pula sebutan oleh orang Gowa, Selaparang (Lombok), Sumbawa dan Bima karena kerajaan-kerajaan ini memiliki hubungan bilateral dengan Kesultanan Banjar; &amp;quot;Jawa Besar&amp;quot; sebutan dari Marco Polo penjelajah dari Italia atau dalam bahasa Arab; dan &amp;quot;Jaba Daje&amp;quot; artinya &amp;quot;Jawa di Utara (dari pulau Madura) sebutan suku Madura terhadap pulau Kalimantan baru pada abad ke-20.&lt;/p&gt;
						&lt;p&gt;Kalimantan (toponim: Kalamantan, Cal&amp;#233;mantan, Kal&amp;#233;mantan, Kelamantan, Kilamantan, Klamantan, Kl&amp;#233;mantan, K&#039;lemantan, Quallamontan atau juga disebut Borneo pada zaman kolonial, adalah pulau terbesar ketiga di dunia yang terletak di sebelah utara Pulau Jawa dan di sebelah barat Pulau Sulawesi. Pulau Kalimantan dibagi menjadi wilayah Indonesia (73%), Malaysia (26%), dan Brunei (1%). Pulau Kalimantan terkenal dengan julukan &amp;quot;&lt;span style=&quot;font-style: italic&quot;&gt;Pulau Seribu Sungai&lt;/span&gt;&amp;quot; karena banyaknya sungai yang mengalir di pulau ini.&lt;/p&gt;
						&lt;p&gt;Pada zaman dahulu, Borneo—yang berasal dari nama kesultanan Brunei—adalah nama yang dipakai oleh kolonial Inggris dan Belanda untuk menyebut pulau ini secara keseluruhan, sedangkan Kalimantan adalah nama yang digunakan oleh penduduk bagian timur pulau ini yang sekarang termasuk wilayah Indonesia.[6][7] Wilayah utara pulau ini (Sabah, Brunei, Sarawak) untuk Malaysia dan Brunei Darussalam. Sementara untuk Indonesia wilayah Utara, adalah provinsi Kalimantan Utara.&lt;/p&gt;
						&lt;p&gt;Dalam arti luas &amp;quot;Kalimantan&amp;quot; meliputi seluruh pulau yang juga disebut dengan Borneo, sedangkan dalam arti sempit Kalimantan hanya mengacu pada wilayah Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;quote-box quote-main&quot;&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic&quot;&gt;Lihat Berita Kota Lainnya&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;:&lt;br /&gt;&amp;#9787;&lt;a href=&quot;https://kota.sayalagi.com/search.php?action=show_user_topics&amp;amp;user_id=2&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic&quot;&gt;&lt;abbr title=&quot;Lihat Berita Kota Lainnya&quot;&gt;Berita Kota Lainnya&lt;/abbr&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
						&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic&quot;&gt;Sumber Berita&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://id.wikipedia.org/wiki/Kalimantan&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;abbr title=&quot;Kalimantan - Wikipedia&quot;&gt;Kalimantan - Wikipedia&amp;#8593;&lt;/abbr&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;quote-box spoiler-box&quot;&gt;&lt;div onclick=&quot;$(this).toggleClass(&#039;visible&#039;); $(this).next().toggleClass(&#039;visible&#039;);&quot; style=&quot;text-align: center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 20px&quot;&gt;&lt;strong&gt;LIHAT FOTO LAINNYA:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div class=&quot;quote-box hide-box term-login&quot;&gt;&lt;cite&gt;Hidden text:&lt;/cite&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;To view hidden text please &lt;a href=&quot;/login.php&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;login&lt;/a&gt; or &lt;a rel=&quot;nofollow&quot; href=&quot;/register.php&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;register&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;</description>
			<author>mybb@mybb.ru (Kota)</author>
			<pubDate>Tue, 30 Mar 2021 10:22:33 +0300</pubDate>
			<guid>https://kota.sayalagi.com/viewtopic.php?pid=5#p5</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Jembatan Ampera (Amanat Penderitaan Rakyat) Palembang</title>
			<link>https://kota.sayalagi.com/viewtopic.php?pid=4#p4</link>
			<description>&lt;table style=&quot;table-layout:fixed;width:100%&quot;&gt;&lt;tr valign=&quot;top&quot;&gt;&lt;td colspan=&quot;3&quot; style=&quot;background-color:#F5E4E4&quot;&gt;&lt;p&gt;Jembatan Ampera adalah sebuah jembatan di Kota Palembang, Provinsi Sumatra Selatan, Indonesia. Jembatan Ampera, yang telah menjadi semacam lambang kota, terletak di tengah-tengah kota Palembang, menghubungkan daerah Seberang Ulu dan Seberang Ilir yang dipisahkan oleh Sungai Musi.&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;background-color:#cec9ba&quot;&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;display: block; text-align: center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 20px&quot;&gt;&lt;strong&gt;KATEGORI&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;display: block; text-align: left&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic&quot;&gt;Inprastruktur&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style=&quot;list-style: disc&quot;&gt;&lt;li&gt;&lt;p&gt;&lt;a href=&quot;https://kota.sayalagi.com/search.php?action=search&amp;amp;keywords=JembatanAmpera&amp;amp;author=&amp;amp;forum=&amp;amp;search_in=0&amp;amp;sort_by=0&amp;amp;sort_dir=DESC&amp;amp;show_as=posts&amp;amp;search=Publikasikan&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;abbr title=&quot;Cari #JembatanAmpera&quot;&gt; #JembatanAmpera&lt;/abbr&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style=&quot;list-style: disc&quot;&gt;&lt;li&gt;&lt;p&gt;&lt;a href=&quot;https://kota.sayalagi.com/search.php?action=search&amp;amp;keywords=Palembang&amp;amp;author=&amp;amp;forum=&amp;amp;search_in=0&amp;amp;sort_by=0&amp;amp;sort_dir=DESC&amp;amp;show_as=posts&amp;amp;search=Publikasikan&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;abbr title=&quot;Cari #Palembang&quot;&gt;#Palembang&lt;/abbr&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/td&gt;&lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;background-color:yellow&quot;&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;display: block; text-align: center&quot;&gt;&lt;img class=&quot;postimg&quot; loading=&quot;lazy&quot; src=&quot;https://upforme.ru/uploads/001b/08/74/2/976385.png&quot; alt=&quot;https://upforme.ru/uploads/001b/08/74/2/976385.png&quot; /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Photo Jembatan Ampera:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;del&gt;Singkatan&lt;/del&gt; / &lt;span class=&quot;highlight-text&quot;&gt;Amanat Penderitaan Rakyat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;display: block; text-align: center&quot;&gt;&lt;strong&gt;Panjang:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1.177 meter&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
						&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;display: block; text-align: center&quot;&gt;&lt;strong&gt;Lebar:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;22 meter&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
						&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;display: block; text-align: center&quot;&gt;&lt;strong&gt;Tinggi jembatan:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;11,5 m dari atas permukaan air&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
						&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;display: block; text-align: center&quot;&gt;&lt;strong&gt;Tinggi menara:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;63 meter dari permukaan tanah dan jarak antara menara 75 m&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/table&gt;&lt;table style=&quot;table-layout:fixed;width:100%&quot;&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;background-color:#C80A3D&quot;&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;display: block; text-align: center&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 20px&quot;&gt;BERITA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/table&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Sejarah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ide untuk menyatukan dua daratan di Kota Palembang ”Seberang Ulu dan Seberang Ilir” dengan jembatan, sebetulnya sudah ada sejak zaman Gemeente Palembang, tahun 1906. Saat jabatan Wali kota Palembang dijabat Le Cocq de Ville, tahun 1924, ide ini kembali mencuat dan dilakukan banyak usaha untuk merealisasikannya. Namun, sampai masa jabatan Le Cocq berakhir, bahkan ketika Belanda hengkang dari Indonesia, proyek itu tidak pernah terealisasi&lt;/p&gt;
						&lt;p&gt;Pada masa kemerdekaan, gagasan itu kembali mencuat. DPRD Peralihan Kota Besar Palembang kembali mengusulkan pembangunan jembatan kala itu, disebut Jembatan Musi dengan merujuk nama Sungai Musi yang dilintasinya, pada sidang pleno yang berlangsung pada 29 Oktober 1956. Usulan ini sebetulnya tergolong nekat sebab anggaran yang ada di Kota Palembang yang akan dijadikan modal awal hanya sekitar Rp 30.000,00. Pada tahun 1957, dibentuk panitia pembangunan, yang terdiri atas Penguasa Perang Komando Daerah Militer IV/Sriwijaya, Harun Sohar, dan Gubernur Sumatra Selatan, H.A. Bastari. Pendampingnya, Wali kota Palembang, M. Ali Amin, dan Indra Caya. Tim ini melakukan pendekatan kepada Bung Karno agar mendukung rencana itu.&lt;/p&gt;
						&lt;p&gt;Usaha yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan dan Kota Palembang, yang didukung penuh oleh Kodam IV/Sriwijaya ini kemudian membuahkan hasil. Bung Karno kemudian menyetujui usulan pembangunan itu. Karena jembatan ini rencananya dibangun dengan masing-masing kakinya di kawasan 7 Ulu dan 16 Ilir, yang berarti posisinya di pusat kota, Bung Karno kemudian mengajukan syarat. Yaitu, penempatan boulevard atau taman terbuka di kedua ujung jembatan itu. Dilakukanlah penunjukan perusahaan pelaksana pembangunan, dengan penandatanganan kontrak pada 14 Desember 1961, dengan biaya sebesar USD 4.500.000 (kurs saat itu, USD 1 = Rp 200,00).&lt;/p&gt;
						&lt;p&gt;Pembangunan Jembatan Ampera dipusatkan di wilayah hilir yang merupakan kawasan pusat kota, terutama kawasan 16 Ilir. Sewaktu pembangunan Jembatan Ampera, banyak sekali bangunan-bangunan peninggalan Belanda yang dibongkar, salah satunya pusat perbelanjaan terbesar Matahari atau Dezon, Kantor listrik (OGEM), dan Bank ESCOMPTO. Bangunan peninggalan Belanda yang tidak dibongkar hanya menara air atau waterleding yang sekarang digunakan sebagai Kantor Wali Kota. Di bagian hulu, banyak perumahan penduduk yang juga ikut dibongkar.&lt;/p&gt;
						&lt;p&gt;Pembangunan jembatan ini dimulai pada bulan April 1962, setelah mendapat persetujuan dari Presiden Soekarno. Biaya pembangunannya diambil dari dana pampasan perang Jepang. Bukan hanya biaya, jembatan inipun menggunakan tenaga ahli dari negara tersebut.&lt;/p&gt;
						&lt;p&gt;Pada awalnya, jembatan ini, dinamai Jembatan Bung Karno. Menurut sejarawan Djohan Hanafiah, pemberian nama tersebut sebagai bentuk penghargaan kepada Presiden RI pertama itu. Bung Karno secara sungguh-sungguh memperjuangkan keinginan warga Palembang, untuk memiliki sebuah jembatan di atas Sungai Musi.&lt;/p&gt;
						&lt;p&gt;Peresmian pemakaian jembatan dilakukan pada tahun 1965, sekaligus mengukuhkan nama Bung Karno sebagai nama jembatan. Pada saat itu, jembatan ini adalah jembatan terpanjang di Asia tenggara. Setelah terjadi pergolakan politik pada tahun 1966, ketika gerakan anti-Soekarno sangat kuat, nama jembatan itu pun diubah menjadi Jembatan Ampera (Amanat Penderitaan Rakyat).&lt;/p&gt;
						&lt;p&gt;Sekitar tahun 2002, ada wacana untuk mengembalikan nama Bung Karno sebagai nama Jembatan Ampera ini. Tapi usulan ini tidak mendapat dukungan dari pemerintah dan sebagian masyarakat.&lt;/p&gt;
						&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Keistimewaan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya, bagian tengah dan bagian belakang dan bagian depan badan jembatan ini bisa diangkat ke atas agar tiang kapal yang lewat dibawahnya tidak tersangkut badan jembatan. Bagian tengah jembatan dapat diangkat dengan peralatan mekanis, dua bandul pemberat masing-masing sekitar 500 ton di dua menaranya. Kecepatan pengangkatannya sekitar 10 meter per menit dengan total waktu yang diperlukan untuk mengangkat penuh jembatan selama 30 menit.&lt;/p&gt;
						&lt;p&gt;Pada saat bagian tengah jembatan diangkat, kapal dengan ukuran lebar 60 meter dan dengan tinggi maksimum 44,50 meter, bisa lewat mengarungi Sungai Musi. Bila bagian tengah jembatan ini tidak diangkat, tinggi kapal maksimum yang bisa lewat di bawah Jembatan Ampera hanya sembilan meter dari permukaan air sungai.&lt;/p&gt;
						&lt;p&gt;Sejak tahun 1970, aktivitas turun naik bagian tengah jembatan ini sudah tidak dilakukan lagi. Alasannya, waktu yang digunakan untuk mengangkat jembatan ini dianggap mengganggu arus lalu lintas di atasnya.&lt;/p&gt;
						&lt;p&gt;Pada tahun 1990, kedua bandul pemberat di menara jembatan ini diturunkan untuk menghindari jatuhnya kedua beban pemberat ini.&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;quote-box quote-main&quot;&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic&quot;&gt;Lihat Berita Kota Lainnya&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;:&lt;br /&gt;&amp;#9787;&lt;a href=&quot;https://kota.sayalagi.com/search.php?action=show_user_topics&amp;amp;user_id=2&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic&quot;&gt;&lt;abbr title=&quot;Lihat Berita Kota Lainnya&quot;&gt;Berita Kota Lainnya&lt;/abbr&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
						&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic&quot;&gt;Sumber Berita&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://id.wikipedia.org/wiki/Jembatan_Ampera&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;abbr title=&quot;Jembatan Ampera - Wikipedia&quot;&gt;Jembatan Ampera - Wikipedia&amp;#8593;&lt;/abbr&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;quote-box spoiler-box&quot;&gt;&lt;div onclick=&quot;$(this).toggleClass(&#039;visible&#039;); $(this).next().toggleClass(&#039;visible&#039;);&quot; style=&quot;text-align: center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 20px&quot;&gt;&lt;strong&gt;LIHAT FOTO LAINNYA:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div class=&quot;quote-box hide-box term-login&quot;&gt;&lt;cite&gt;Hidden text:&lt;/cite&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;To view hidden text please &lt;a href=&quot;/login.php&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;login&lt;/a&gt; or &lt;a rel=&quot;nofollow&quot; href=&quot;/register.php&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;register&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;</description>
			<author>mybb@mybb.ru (Kota)</author>
			<pubDate>Wed, 24 Mar 2021 19:05:57 +0300</pubDate>
			<guid>https://kota.sayalagi.com/viewtopic.php?pid=4#p4</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Jembatan Gentala Arasy Kawasan Tanggo Rajo Kota Jambi</title>
			<link>https://kota.sayalagi.com/viewtopic.php?pid=3#p3</link>
			<description>&lt;table style=&quot;table-layout:fixed;width:100%&quot;&gt;&lt;tr valign=&quot;top&quot;&gt;&lt;td colspan=&quot;3&quot; style=&quot;background-color:#F5E4E4&quot;&gt;&lt;p&gt;Jembatan Gentala Arasy adalah sebuah jembatan dengan panjang 503 meter dan lebar 4,5 meter, yang melintang di atas Sungai Batanghari. Jembatan ini khusus disediakan untuk pejalan kaki.&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;background-color:#cec9ba&quot;&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;display: block; text-align: center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 20px&quot;&gt;&lt;strong&gt;KATEGORI&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;display: block; text-align: left&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic&quot;&gt;Inprastruktur&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style=&quot;list-style: disc&quot;&gt;&lt;li&gt;&lt;p&gt;&lt;a href=&quot;https://kota.sayalagi.com/search.php?action=search&amp;amp;keywords=JembatanJambi&amp;amp;author=&amp;amp;forum=&amp;amp;search_in=0&amp;amp;sort_by=0&amp;amp;sort_dir=DESC&amp;amp;show_as=posts&amp;amp;search=Publikasikan&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;abbr title=&quot;Cari #JembatanJambi&quot;&gt; #JembatanJambi&lt;/abbr&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style=&quot;list-style: disc&quot;&gt;&lt;li&gt;&lt;p&gt;&lt;a href=&quot;https://kota.sayalagi.com/search.php?action=search&amp;amp;keywords=GentalaArasy&amp;amp;author=&amp;amp;forum=&amp;amp;search_in=0&amp;amp;sort_by=0&amp;amp;sort_dir=DESC&amp;amp;show_as=posts&amp;amp;search=Publikasikan&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;abbr title=&quot;Cari #GentalaArasy&quot;&gt;#GentalaArasy&lt;/abbr&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style=&quot;list-style: disc&quot;&gt;&lt;li&gt;&lt;p&gt;&lt;a href=&quot;https://kota.sayalagi.com/search.php?action=search&amp;amp;keywords=TanggoRajo&amp;amp;author=&amp;amp;forum=&amp;amp;search_in=0&amp;amp;sort_by=0&amp;amp;sort_dir=DESC&amp;amp;show_as=posts&amp;amp;search=Publikasikan&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;abbr title=&quot;Cari #TanggoRajo&quot;&gt;#TanggoRajo&lt;/abbr&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style=&quot;list-style: disc&quot;&gt;&lt;li&gt;&lt;p&gt;&lt;a href=&quot;https://kota.sayalagi.com/search.php?action=search&amp;amp;keywords=KotaJambi&amp;amp;author=&amp;amp;forum=&amp;amp;search_in=0&amp;amp;sort_by=0&amp;amp;sort_dir=DESC&amp;amp;show_as=posts&amp;amp;search=Publikasikan&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;abbr title=&quot;Cari #KotaJambi&quot;&gt;#KotaJambi&lt;/abbr&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/td&gt;&lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;background-color:yellow&quot;&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;display: block; text-align: center&quot;&gt;&lt;img class=&quot;postimg&quot; loading=&quot;lazy&quot; src=&quot;https://upforme.ru/uploads/001b/08/74/2/159677.png&quot; alt=&quot;https://upforme.ru/uploads/001b/08/74/2/159677.png&quot; /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Photo Jembatan Gentala Arasy:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;del&gt;Kontur&lt;/del&gt; / &lt;span class=&quot;highlight-text&quot;&gt;Meliuk&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;display: block; text-align: center&quot;&gt;&lt;strong&gt;Panjang:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;503 Meter&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
						&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;display: block; text-align: center&quot;&gt;&lt;strong&gt;Lebar:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;4,5 Meter&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/table&gt;&lt;table style=&quot;table-layout:fixed;width:100%&quot;&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;background-color:#C80A3D&quot;&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;display: block; text-align: center&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 20px&quot;&gt;BERITA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/table&gt;&lt;p&gt;Jembatan Gentala Arasy ini diresmikan pada Maret 2015 silam secara langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Jembatan ini memiliki panjang 503 meter dan lebar 4,5 meter dan menjadi sarana jembatan penghubung antara Tepian Tanggo Rajo ke Jambi Kota Seberang. &lt;/p&gt;
						&lt;p&gt;Jembatan Gentala Arasy termasuk juga jembatan pedestrian pertama yang memiliki kontur meliuk seperti huruf S sehingga berbeda dengan jembatan pada umumnya. &lt;/p&gt;
						&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Tentang Gentala Arasy&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Nama Gentala Arasy diperoleh dari tiga kata yaitu genta yang berarti suara, tala yang berarti keselarasan, dan arasy yang berarti menggema ke langit. Maka makna dari Gentala Arasy adalah bunyi yang selaras dan menggema ke langit. Bunyi ini berasal dari lonceng menara Gentala Arasy yang mengeluarkan bunyi sebagai pertanda waktu salat fardu bagi umat muslim di Kota Jambi.&lt;/p&gt;
						&lt;p&gt;Menara Gentala Arasy adalah sebuah menara jam yang terletak di Kelurahan Arab Melayu, Pelayangan, Kota Jambi. Menara jam ini mempunyai tinggi 80 meter, dan di dalamnya terdapat museum kebudayaan Jambi. Museum tersebut berisi lebih dari 100 koleksi fakta peninggalan sejarah Jambi di masa lalu. Selain itu, ada juga fasilitas bioskop mini yang berisi bermacam tayangan budaya di bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah. Secara umum, dilihat dari arsitektur bangunan menara Gentala Arasy kuat dengan karakter Melayu dan Islam (Arab).&lt;/p&gt;
						&lt;p&gt;Penamaan Gentala Arasy juga merupakan akronim dari Genah Tanah Lahir Abdurrahman Sayoeti. Genah sendiri dalam bahasa Melayu Jambi adalah tempat. Abdurrahman Sayoeti adalah salah satu gubernur Jambi yang lahir di Jambi Kota Seberang. Beliau menjabat pada tahun 1989-1999&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;quote-box quote-main&quot;&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic&quot;&gt;Lihat Berita Kota Lainnya&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;:&lt;br /&gt;&amp;#9787;&lt;a href=&quot;https://kota.sayalagi.com/search.php?action=show_user_topics&amp;amp;user_id=2&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic&quot;&gt;&lt;abbr title=&quot;Lihat Berita Kota Lainnya&quot;&gt;Berita Kota Lainnya&lt;/abbr&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;quote-box spoiler-box&quot;&gt;&lt;div onclick=&quot;$(this).toggleClass(&#039;visible&#039;); $(this).next().toggleClass(&#039;visible&#039;);&quot; style=&quot;text-align: center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 20px&quot;&gt;&lt;strong&gt;LIHAT FOTO LAINNYA:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div class=&quot;quote-box hide-box term-login&quot;&gt;&lt;cite&gt;Hidden text:&lt;/cite&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;To view hidden text please &lt;a href=&quot;/login.php&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;login&lt;/a&gt; or &lt;a rel=&quot;nofollow&quot; href=&quot;/register.php&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;register&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;</description>
			<author>mybb@mybb.ru (Kota)</author>
			<pubDate>Mon, 01 Mar 2021 13:57:45 +0300</pubDate>
			<guid>https://kota.sayalagi.com/viewtopic.php?pid=3#p3</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Yogyakarta International Airport (YIA) atau Bandara Kulon Progo</title>
			<link>https://kota.sayalagi.com/viewtopic.php?pid=2#p2</link>
			<description>&lt;table style=&quot;table-layout:fixed;width:100%&quot;&gt;&lt;tr valign=&quot;top&quot;&gt;&lt;td colspan=&quot;3&quot; style=&quot;background-color:#F5E4E4&quot;&gt;&lt;p&gt;Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meresmikan Yogyakarta International Airport (YIA) atau Bandara Kulon Progo pada hari Jumat (28/8/2020). Proses pembangunan YAI hanya membutuhkan waktu 20 bulan dengan biaya pembangunan mencapai hingga Rp. 11,3 Triliun dengan hasil mampu menampung sekitar 20 juta penumpang lebih besar dari airport lama Adisutjipto yang hanya mampu 1,6 juta penumpang.&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;background-color:#cec9ba&quot;&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;display: block; text-align: center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 20px&quot;&gt;&lt;strong&gt;KATEGORI&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;display: block; text-align: left&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic&quot;&gt;Inprastruktur&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style=&quot;list-style: disc&quot;&gt;&lt;li&gt;&lt;p&gt;&lt;a href=&quot;https://kota.sayalagi.com/search.php?action=search&amp;amp;keywords=BandaraYogyakarta&amp;amp;author=&amp;amp;forum=&amp;amp;search_in=0&amp;amp;sort_by=0&amp;amp;sort_dir=DESC&amp;amp;show_as=posts&amp;amp;search=Publikasikan&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;abbr title=&quot;Cari #BandaraYogyakarta&quot;&gt; #BandaraYogyakarta&lt;/abbr&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style=&quot;list-style: disc&quot;&gt;&lt;li&gt;&lt;p&gt;&lt;a href=&quot;https://kota.sayalagi.com/search.php?action=search&amp;amp;keywords=Airport&amp;amp;author=&amp;amp;forum=&amp;amp;search_in=0&amp;amp;sort_by=0&amp;amp;sort_dir=DESC&amp;amp;show_as=posts&amp;amp;search=Publikasikan&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;abbr title=&quot;Cari #Airport&quot;&gt;#Airport&lt;/abbr&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style=&quot;list-style: disc&quot;&gt;&lt;li&gt;&lt;p&gt;&lt;a href=&quot;https://kota.sayalagi.com/search.php?action=search&amp;amp;keywords=YIA&amp;amp;author=&amp;amp;forum=&amp;amp;search_in=0&amp;amp;sort_by=0&amp;amp;sort_dir=DESC&amp;amp;show_as=posts&amp;amp;search=Publikasikan&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;abbr title=&quot;Cari #YIA&quot;&gt;#YIA&lt;/abbr&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style=&quot;list-style: disc&quot;&gt;&lt;li&gt;&lt;p&gt;&lt;a href=&quot;https://kota.sayalagi.com/search.php?action=search&amp;amp;keywords=KulonProgo&amp;amp;author=&amp;amp;forum=&amp;amp;search_in=0&amp;amp;sort_by=0&amp;amp;sort_dir=DESC&amp;amp;show_as=posts&amp;amp;search=Publikasikan&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;abbr title=&quot;Cari #KulonProgo&quot;&gt;#KulonProgo&lt;/abbr&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/td&gt;&lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;background-color:yellow&quot;&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;display: block; text-align: center&quot;&gt;&lt;img class=&quot;postimg&quot; loading=&quot;lazy&quot; src=&quot;https://upforme.ru/uploads/001b/08/74/2/43594.png&quot; alt=&quot;https://upforme.ru/uploads/001b/08/74/2/43594.png&quot; /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Photo Yogyakarta International Airport&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;del&gt;Kapasitas&lt;/del&gt; / &lt;span class=&quot;highlight-text&quot;&gt;Besar: Airbus A380, Boeing 777 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;display: block; text-align: center&quot;&gt;&lt;strong&gt;Panjang Runway:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;3250 meter&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
						&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;display: block; text-align: center&quot;&gt;&lt;strong&gt;Luas Terminal:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;219.000 meter persegi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/table&gt;&lt;table style=&quot;table-layout:fixed;width:100%&quot;&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;background-color:#C80A3D&quot;&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;display: block; text-align: center&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 20px&quot;&gt;BERITA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/table&gt;&lt;p&gt;Luas bangunan bandara maupun runway YIA jauh lebih besar jika dibandingkan dengan Bandara Internasional Adisutjipto. Bahkan, di YIA pesawat berkapasitas besar seperti Airbus A380 dan Boeing 777 dapat mendarat.&lt;/p&gt;
						&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Perbandingan dengan Airport Lama&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&amp;#8594;Kalau kita bandingkan ini dengan airport lama, Adisutjipto, panjang runway yang di sana 2200 meter. yg di YIA mencapai 3250 meter, jauh lebih panjang. &lt;br /&gt;&amp;#8594;Di Adisutjipto hanya untuk pesawat yang narrow body, di YIA bisa didarati Airbus A380, dan Boeing 777. Pesawat gede-gede bisa turun di sini, karena runway-nya 3250 meter. &lt;br /&gt;&amp;#8594;Luas terminal Adisutjipto 17.000 meter persegi, di YIA 219.000 meter persegi. Lebih kurang sekitar 13-14 kali dari bandara yang lama.&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;quote-box quote-main&quot;&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic&quot;&gt;Lihat Berita Kota Lainnya&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;:&lt;br /&gt;&amp;#9787;&lt;a href=&quot;https://kota.sayalagi.com/search.php?action=show_user_topics&amp;amp;user_id=2&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic&quot;&gt;&lt;abbr title=&quot;Lihat Berita Kota Lainnya&quot;&gt;Berita Kota Lainnya&lt;/abbr&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;quote-box spoiler-box&quot;&gt;&lt;div onclick=&quot;$(this).toggleClass(&#039;visible&#039;); $(this).next().toggleClass(&#039;visible&#039;);&quot; style=&quot;text-align: center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 20px&quot;&gt;&lt;strong&gt;LIHAT FOTO LAINNYA:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div class=&quot;quote-box hide-box term-login&quot;&gt;&lt;cite&gt;Hidden text:&lt;/cite&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;To view hidden text please &lt;a href=&quot;/login.php&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;login&lt;/a&gt; or &lt;a rel=&quot;nofollow&quot; href=&quot;/register.php&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;register&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;</description>
			<author>mybb@mybb.ru (Kota)</author>
			<pubDate>Mon, 01 Mar 2021 12:54:29 +0300</pubDate>
			<guid>https://kota.sayalagi.com/viewtopic.php?pid=2#p2</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Berita Kota Indonesia</title>
			<link>https://kota.sayalagi.com/viewtopic.php?pid=1#p1</link>
			<description>&lt;p&gt;Terima kasih telah membuka situs forum berita kota-kota Indonesia.&amp;#160; Berita dari anda untuk anda. Silahkan bergabung untuk membuat postingan berita tentang kota anda.&lt;/p&gt;</description>
			<author>mybb@mybb.ru (Kota)</author>
			<pubDate>Wed, 27 Jan 2021 00:08:32 +0300</pubDate>
			<guid>https://kota.sayalagi.com/viewtopic.php?pid=1#p1</guid>
		</item>
	</channel>
</rss>
